STRATEGI PEMASARAN BCA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0


PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial & UKM dan konsumer. Pada akhir Juni 2018, BCA melayani hampir 18 juta rekening nasabah dan memproses jutaan transaksi setiap harinya didukung oleh 1.241 kantor cabang, 17.565 ATM dan lebih dari 490.000 mesin EDC serta transaksi melalui layanan internet dan mobile banking yang dapat diakses 24 jam.

Dengan mencermati bahwa di era revolusi industri 4.0 yang mengarah ke digitalisasi dan otomasi, perusahaan-perusahaan besar, termasuk BCA harus cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Hal ini yang membawa BCA untuk tidak berhenti di satu titik kepuasan. Seluruh manajemen BCA senantiasa berusaha update dan cermat akan perkembangan teknologi yang kian bergulir.

Perusahaan jasa perbankan yang menerapkan konsep 7P ini yaitu PT. Bank Central Asia, Tbk (BCA)

1. Produk (Product) BCA memanfaatkan produk-produk tabungan yang mereka keluarkan untuk menarik minat masyarakat menjadi nasabah mereka. Dengan sangat mengerti dan memahami kebutuhan beragam masyarakat, maka BCA memiliki produk-produk tabungan yang bermanfaat bagi para nasabahnya seperti produk tabungan dengan bunga bersaing, deposito berjangka,kartu kredit, dll.

2. Promosi (Promotion) Promosi merupakan suatu aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya menggunakan teknik, dibawah pengendalian penjual/produsen, yang dapat mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan oleh produsen, baik secara langsung maupun melalui pihak yang dapat mempengaruhi pembelian. Dengan konsep promosi, BCA melakukan serangkaian promosi dari produk-produknya melalui berbagai media dan event seperti media iklan ditelevisi, koran, membuat spanduk dll. Deangan cara ini, BCA akan dapat menarik nasabah baru, mengkomunikasikan produk-produk terbarunya, menginformasikan kepada nasabahnya tentang peningkatan kualitas produk, mengajak nasabah mendatangi kantor cabangnya dan memotivasi nasabah untuk memilik produk lainnya

3. Harga (Price) Penetapan harga merupakan suatu hal penting. Perusahaan akan melakukan hal ini dengan penuh pertimbangan karena penetapan harga akan dapat mempengaruhi pendapatan total dan biaya. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan. BCA pun memberikan harga yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan nasabanhnya seperti pada produk tahapan dalam pembukaan rekening tabungan baru dengan mewajibkan nasabahnya melakukan setoran awal sebesar Rp 500.000,00 dan biaya administrasi sebesar Rp 15.000,00 setiap bulannya yang masih dapat terjangkau oleh nasabahnya sehingga memotivasi mereka untuk membuka tabungan di BCA

4. Lokasi tempat (Place) Tempat atau lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumennya. dalam pemilihan lokasi, BCA mempertimbangkan untuk membuka cabang baru kantornya pada wilayah yang cuup strategis dimana sering terjadi transaksi usaha dari para nasabahnya sehingga akan mempermudah nasabahnya dalam menjalankan transaksi keuangannya dari lokasi ia membuat usahanya ataupun kantornya BCA pun akan menjadi andalan disuatu lokasi strategis ini dan dapat dipastikan tidak akan sepi dari nasabah yang melakukan transaksinya.

5. Orang (People) People merupakan aset utama dalam industri jasa perbankan, dalam hal ini adalah para karyawan dan karyawati BCA yang berada pada posisi depan (frontliner) yang langsung bertemu dan memberikan servis kepada nasabahnya. Karyawan berkinerja tinggi akan menyebabkan nasabah puas dan loyal. Faktor penting lainnnya dalam people adalah attitude dan motivation dari karyawan dalam industri jasa. Dengan karyawan/wati yang menjadi ujung tombak BCA yang dilengkapi dengan wawasan luas dan skill perbankan yang tinggi akan membuat nasabah BCA dapat memberi rasa percaya dan aman untuk bertransaksi di BCA

6. Proses (Process) Cara ini di implementasikan BCA dengan membuka dan menutup kantornya dicabang sesuai waktu yang telah ditentukan BCA, lalu karyawannya juga diberikan skill yang dapat mengikuti prosedur dan sistem yang merupakan standarnya seperti memberikan pelayanan servis disertai dengan senyum untuk menyambut para nasabahnya.proses yang terus berlangsung ini akan menjamin mutu layanan BCA sehingga mendapat penilaian yang semakin baik.

7. Bukti fisik (Physical Evidence) Building merupakan bagian dari bukti fisik, karakteristik yang menjadi persyaratan yang bernilai tambah bagi konsumen dalai perusahaan jasa yang memiliki karakter. Perhatian terhadap interior, perlengkapan bangunan, termasuk lightning sistem, dan tata ruang yang lapang menjadi perhatian penting dan dapat mempengaruhi mood pengunjung. Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan suasana (ambience) sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat membrikan nilai tambah bagi pengunjung, khususnya menjadi syarat utama perusahaan jasa dengan kelas market khusus. Bukti fisik yang dapat membuat BCA memiliki karakter dan nilai tambah dimata nasabahnya dengan memiliki cabang gedung kantor yang memberikan ciri khasnya seperti selalu dicitrakan bank dengan kantor gedung yang selalu memiliki tingkat yang tinggi, lalu didesain dengan interior, perlengkapan dan tata ruang rapih akan dapat memberi mood baik kepada nasabahnya sehingga tidak akan enggan untuk selalu bertransaksi dicabang.

Bank BCA sebagai salah satu bank ternama di Indonesia, telah aktif dan konsen melakukan campaign marketing komunikasi di dunia digital sejak tahun 2012. Dalam soal media apa yang digunakan oleh BCA untuk melakukan promosi secara digital marketing Ketut hanya menjawab Dalam pemilihan media digital untuk marketing, BCA melihat dari objective dan target audiencenya (targeted campaign).
strategi digital marketing seperti apa yangs sedang dilakukan BCA saat ini, “Strategi digital marketing yang sudah dilakukan saat ini adalah membangun awareness dan senantiasa melakukan pengukuruan atas efektivitas campaign kami, Dimana dalam eksekusinya, akan diturunkan ke materi visual berupa image, video, artikel maupun tutorial, videografis dan infographics. Yang penting adalah memiliki tracker untuk mengukur efektifitas campaign dan melakukan re-targeting dengan tujuan meningkatkan engangement. Sedangkan materinya sangat beragam, sesuai dengan objective campaign, termasuk materi promosi, materi edukasi maupun materi hard-sell yang bertujuan untuk meningkatkan akusisi bisnis.”
BCA pun kedepanya telah memiliki target yang ingin dicapai melalui digital promotion ini, Ketut menceritakan melalui digital marketing BCA ingin mempergunakan peluang untuk bisa mengkomunikasikan produk maupun layanannya lebih tepat sasaran, agar bisa selalu relevan dan memahami kebutuhan nasabah yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.
Targetnya BCA pun Ketut menjelaskan, tidak berhenti untuk hadir dengan inovasi-inovasi produk digital untuk meningkatkan pelayanan perbankkan. Salah satunya VIRA dan aplikasi mobile banking BCA yaitu BCA Mobile dan Sakuku akan menjadi fokus kami tahun ini, Supaya nasabah bisa mendapatkan kemudahan akses perbankan dari mana saja dan kapan saja. 
“Contohnya melalui VIRA, ketika nasabah sedang bermain social media, nasabah tidak perlu berpindah keluar aplikasi dan mencari aplikasi BCA untuk melakukan pengecekan saldo maupun mutasi dan info-info promo dari BCA nasabah bisa mendapatkan informasi perbankkan lebih cepat, Setelah dapat diakses di LINE, Facebook Messenger dan Kaskus Chat, kini VIRA (Virtual Assistant Chat Banking BCA) hadir di platform Asisten Google. Pengguna Asisten Google dapat mengetahui informasi dan promosi seputar BCA melalui VIRA,” terang Ketut.                                                                                                      

Ini merupakan pengembangan yang BCA harapkan dapat mempermudah nasabah dan mendekatkan BCA dengan nasabah. Tidak hanya itu, nasabah saat ini tidak perlu di repotkan jika lupa membawa kartu atm BCA, karena tarik tunai tanpa kartu sudah bisa dilakukan atm BCA melalui BCA mobile dan Sakuku.

Perbandingan sebelum dan sesudah era revolusi 4.0

Perkembangan digital juga ikut memengaruhi perilaku nasabah dalam bertransaksi. Bank Central Asia (BCA) termasuk salah satu bank yang terdampak perubahan perilaku nasabah ini. "Sekarang total transaksi 75% pengguna digital mobile banking dan internet banking, jadi di cabang makin sedikit," kata Jahja saat ditemui usai acara “BCA Finhacks 2019” di Senayan City, Jakarta, Sabtu (23/11).
peralihan perbankan ke digital mendukung tumbuhnya industri berbasis digital yang lain. Menurutnya, hal itu positif bagi perekonomian. Terutama dalam hal efisiensi dan kemudahan bertransaksi.
"Perusahaan juga bisa lebih efisien secara biaya, sehingga bisa menurunkan BOPO (belanja operasional terhadap pendapatan operasional)," kata Huda saat dihubungi, Sabtu (23/11).
Menurutnya, dengan efisiensi tersebut, perbankan dapat menekan harga suku bunga pinjaman. Hal itu akan menjadi daya tarik nasabah karena bunga yang diberikan tidak lagi besar.
Sedangkan pengaruh negatif, sebut Doddy, perbankan tidak mendapatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang besar jika dibandingkan sebelum beralih ke digital. Dengan digitalisasi, perbankan hanya bisa memaksimalkan jumlah transaksi nasabahnya.
salah satu dampak dari digitalisasi adalah pengurangan jumlah teller. Semakin banyak mesin ATM setor tunai, kata dia, juga mengikis fungsi dan peran profesi itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAWASAN NUSANTARA

Kisah Pengusaha Sukses

Ilustrasi Usaha Kuadran BCG