RIVIEW 2 JURNAL EKONOMI KOPERASI
|
Judul
|
ANALISIS
IDENTIFIKASI MASALAH UTAMA KOPERASI DI KABUPATEN BANYUASIN DALAM MEWUJUDKAN
KESEJAHTERAAN ANGGOTA
|
|
Jurnal
|
Nurul
Mubarok
|
|
Volume
& Halaman
|
Vol.
4. 20 halaman
|
|
Tahun
|
2018
|
|
Penulis
|
Nurul
Mubarok1 , Sinta Ardhillatul Jannah2 dan Septi Laksanawati3
|
|
Reviewer
|
AFRIDA
APRILIA
|
|
Tanggal
|
19
Desember 2019
|
|
Tujuan Penelitian
|
Untuk menganalisa kinerja pengurus dalam mewujudkan
kesejateraan anggota Koperasi Kab. Banyuasin
|
|
Subjek Penelitian
|
Pengawas , Pengurus dan Anggota Koperasi Kab. Banyuasin
|
|
Metode Penelitian
|
Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif
dengan menggunakan tekhnik analisis data Triangulasi. Triangulasi pada
hakikatnya merupakan pendekatan multi metode yang dilakukan peneliti pada
saat mengumpulkan dan menganalisis data.
|
|
Analisis Data
|
Analisis Identifikasi Masalah Utama dgn
a. Metode Wawancara
b. Metode pengamatan
c. Metode Kuisioner
|
|
Hasil Penelitian
|
Berdasarkan pengamatan langsung dari peneliti,
identifikasi permasalahan yang ada dikoperasi adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya pemahaman tugas dan wewenang masing-masing
baik pengawas maupun pengurus
2. Kurangnya pemahaman mengenai peraturan-peraturan
koperasi terbaru
3. Tidak mengertinya anggota mengenai sasaran dan tujuan
utama dari pembentukan koperasi
4. Kurangnya pemahaman pengurus akan sasaran dan tujuan
utama koperasi adalah untuk mensejahterahkan anggotanya, dilapangan lebih
terlihat bahwa pengurus koperasi yang digaji oleh para anggota
5. Pengembangan bisnis yang tidak ada, atau manajer bisnis
nya tidak berperan dengan baik. Kurangnya pengembangan bisnis dari koperasi
menyebabkan keuntungan yang tidak maksimal.
6. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam
mengelola koperasi (dikarenakan belajar otodidak) menyebabkan perencanaan
keuangan diawal tidak sesuai dengan pelaksanaan, salah satunya tidak
memperhitungkan inflasi
7. Ketidakterbukaan pengurus akan pengeluaran biaya-biaya
dan pembuatan laporan keuangan, menyebabkan anggota kurang percaya terhadap
kepengurusan. 8. Defisit laporan keuangan yang sering terjadi dari tahun ke
tahun, salah satu penyebabnya adalah tidak memperkirakan inflasi atau
kenaikan harga-harga barang dan kenaikan biaya transportasi pada saat
perencanaan awal program-program kerja yang dirancang.
|
|
Judul
|
PERAN
KOPERASI SYARIAH BMT BUMI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS USAHA MIKRO
|
|
Jurnal
|
Jurnal
Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam
|
|
Volume
& Halaman
|
Vol.
2, No. 1 ; 12 HALAMAN
|
|
Tahun
|
2018
|
|
Penulis
|
Lindiawatie1
, Dhona Shahreza
|
|
Reviewer
|
AFRIDA
APRILIA
|
|
Tanggal
|
19
Desember 2019
|
|
Tujuan Penelitian
|
untuk mengetahui peran aktif
koperasi syariah BMT BUMi dalam meningkatkan kualitas usaha mikro dan
jenis-jenis peran apa yang telah dilakukan oleh Koperasi syariah BMT BUMi
dalam meningkatkan kualitas usaha mikro anggotanya
|
|
Subjek Penelitian
|
Koperasi syariah BMT BUMi
|
|
Metode Penelitian
|
Jenis penelitian ini adalah
penelitian kualitatif. dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat postpostivisme, digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah (lawan dari eksperimen), dimana peneliti adalah
instrumen utama, pengambilan data dilakukan secara purposive atau snow ball,
teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisa data bersifat induktif
dan hasil penelitian lebih menekankan makna daripada generalisasi.
|
|
Analisis Data
|
- pengambilan data primer yang dilakukan dengan terjun
langsung ke lapangan menemui sumber-sumber informan, yaitu wawancara,
observasi lapangan dan dokumentasi.
- Pengambilan data sekunder dilakukan melalui studi pustaka
dan mengumpulkan dokumentasi tentang koperasi syariah BMT BUMi melalui
pengelola koperasi dan website yang dimiliki oleh koperasi syariah BMT BUMi.
|
|
Hasil Penelitian
|
Berdasarkan Tabel 2 tersebut maka
jenis-jenis peran aktif yang telah dilakukan oleh BMT BUMi hanya pada aspek
fisik pemasaran produk (keberadaan toko dan kerjasama dengan muslimah center)
dan belum menyentuh aspek manajemen pemasaran jasa (kualitas pelayanan),
manajemen produksi barang, manajemen keuangan, akuntansi sederhana, manajemen
SDM dan etika bisnis syariah. Kenyataan tersebut dapat dipahami bahwa BMT
BUMi baru berdiri pada tahun 2010. oleh sebab itu kehadiran BMT BUMi perlu
didorong oleh pemerintah karena membawa misi mulia.
|
Komentar
Posting Komentar