Perkembangan Perusahaan Asuransi di Indonesia



Manulife Indonesia

Didirikan pada tahun 1985, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) merupakan bagian dari Manulife Financial Corporation, grup penyedia layanan keuangan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat. Manulife Indonesia menawarkan beragam layanan keuangan termasuk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, layanan investasi dan dana pensiun kepada nasabah individu maupun pelaku usaha di Indonesia. Melalui jaringan lebih dari 9.000 karyawan dan agen profesional yang tersebar di 24 kantor pemasaran, Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,3 juta nasabah di Indonesia. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Visi
Membantu nasabah mewujudkan impian dan aspirasi mereka.

Misi
Membantu keluarga Indonesia meraih impian dan aspirasi mereka serta menjalani hidup dengan penuh rasa percaya diri.


Tim agency yang profesional dan beragam mitra bank terkemuka 
 
Jalur distribusi agency tetap menjadi salah satu pilar bisnis Manulife. Manulife terus berupaya untuk mengembangkan lebih banyak lagi tenaga penjual yang profesional dan berfokus pada nasabah melalui strategi "Growth with Quality" yang terbukti mampu meningkatkan profesionalisme para tenaga penjual.  

“Kami tetap berfokus pada kualitas perekrutan dan pelatihan untuk menghasilkan pertumbuhan agency yang berkesinambungan. Hampir seluruh agen kami bekerja sebagai tenaga penjual penuh waktu, yang mendedikasikan seluruh waktu mereka demi karier. Hingga saat ini, produktivitas agen kami merupakan salah satu yang tertinggi di pasar dengan rata-rata pencapaian per agen Rp301 juta untuk premi renewal dan Rp 47 juta untuk premi bisnis baru; ini merupakan bukti dari kualitas tenaga penjual serta program pelatihan kami,” kata Nelly Husnayati, Vice President Director & Chief Agency Officer Manulife Indonesia.  

“Kami terus berupaya untuk mengembangkan agen-agen papan atas yang memenuhi syarat keanggotaan MDRT (Million Dollar Round Table) dan memiliki kemampuan luar biasa dalam menjalin hubungan dengan nasabah untuk menyediakan solusi keuangan yang berfokus pada nasabah bagi individu, keluarga dan pengusaha serta memberikan setiap nasabah pengalaman layanan yang luar biasa.”  

Manulife Indonesia juga memperluas jangkauan pasar melalui kerjasama jalur distribusi, terutama melalui perjanjian distribusi strategis berjangka panjang dengan perbankan ritel dan sejumlah jalur telemarketing dan pemasaran langsung. Manulife Indonesia mendulang 28% bisnis baru asuransi dari jalur distribusi ini. 

“Kami bangga dengan pencapaian-pencapaian yang kami peroleh melalui kerjasama yang terjalin dengan Bank Danamon yang sejauh ini merupakan kemitraan terbesar kami. Premi bisnis baru yang berasal dari kerjasama ini tumbuh sebesar 9%,” kata Chris. 
Pada bulan November 2014, Manulife Indonesia secara resmi memulai kemitraan strategis jangka panjang dengan Bank Muamalat untuk memasarkan produk-prduk asuransi perbankan kepada lebih dari empat juta nasabah Bank Muamalat. Selain bermitra dengan Bank Muamalat, Manulife Indonesia juga menandatangani kerja sama jalur distribusi bancassurance dengan Bank Victoria dan Bank of China pada kuartal 4 tahun 2014. 

Fokus terhadap nasabah

Manulife berkomitmen untuk membayarkan klaim dengan cepat. Manulife dapat diandalkan untuk membayar klaim, nilai tunai penyerahan polis, anuitas dan manfaat lainnya sebesar Rp5,7 triliun, meningkat 37% dari Rp4,2 triliun klaim yang dibayarkan pada akhir Desember 2013. 
“Pada tahun 2014, kami tetap berfokus pada visi kami untuk membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan-keputusan penting finansial mereka. Ketika tragedi Air Asia terjadi pada akhir tahun 2014, kami berupaya secara proaktif untuk mengidentifikasi nasabah kami dan menjadi perusahaan asuransi pertama yang membayarkan klaim kepada ahli waris. Nasabah kami mempercayakan Manulife untuk mengelola lebih dari Rp54 triliun dana mereka,” kata Sutikno Sjarif, Executive Vice President & Chief Operating Officer, Manulife Indonesia 

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia terus menggenjot kinerja kanal distribusi bancassurance. Perusahaan asuransi jiwa asal Kanada tersebut menilai kerja sama strategis yang dijalankan dengan mitra perbankan merupakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan secara keseluruhan. 


  • Saat ini Manulife Indonesia telah menjalin kerja sama dengan 11 mitra perbankan, antara lain PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Standard Chartered Bank, HSBC, dan PT Bank Chinatrust. "Pertumbuhan bisnis bancassurance yang dijalankan di Manulife Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Untuk itu, kami selalu membuka peluang untuk menjalin bisnis dengan mitra perbankan yang baru," ujar Head of Partnership Business Manulife ,Paul Gunawan, usai penandatanganan kerjasama antara PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan PT Bank ICBC Indonesia di Jakarta.

Berdasarkan data keuangan perusahaan, per kuartal II 2013, total premi baru (annual premium equivalent/APE) yang dihasilkan dari kanal distribusi bancassurance mencapai Rp 480 miliar. Sejak 2010, bisnis bancassurance yang dijalankan Manulife mampu tumbuh secara signifikan. Per akhir 2010, total premi APE bancassurance tercatat sebesar Rp 352 miliar. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp 507 miliar dan Rp 822 miliar pada 2011 dan 2012. Pada 2013 mencapai 1,5 triliun dan 1,8 triliun pada tahun 2014. Manulife Indonesia mencatatkan pertumbuhan total premi bisnis baru, berdasarkan annualized premium equivalent/APE, sebesar 29 persen, dari Rp2,9 triliun di tahun 2015 menjadi Rp3,7 triliun di tahun 2016.

Sebagai upaya meningkatkan kinerja kanal distribusi bancassurance, Manulife menggandeng ICBC Indonesia dengan meluncurkan produk Fortune Plan Protector. Produk ini merupakan produk asuransi jiwa tradisional yang memberikan perlindungan jiwa di masa pensiun. Produk ini juga dilengkapi dengan perlindungan jiwa terhadap kecelakaan hingga nasabah berusia 70 tahun.

CEO and President Director Manulife Indonesia, Chris Bendl, mengatakan, produk Fortune Plan Director diluncurkan dengan mempertimbangkan hasil survey yang rutin dilakukan perusahaan yakni Manulife Investor Sentiment Index (MISI). Hasil survey ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang belum memiliki perencanaan keuangan yang baik sehingga mengalami kesulitan secara finansial pada saat memasuki usia pensiun.









Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAWASAN NUSANTARA

Kisah Pengusaha Sukses

Ilustrasi Usaha Kuadran BCG