PROFIL USAHA
Perdagangan Besar
Perdagangan besar ialah segala aktivitas marketing yang menggerakkan barang-barang dari produsen ke pedagang eceran atau ke lembaga-lembaga marketing lainnya. Jika kita lihat dari proses marketing yang meliputi kosentrasi, ekuasi, dan distribusi, maka proses pengumpulan dan pengembangan (konsentrasi dan ekuasi dilakukan oleh perdagangan besar)
Pedagang besar yang mempunyai usaha yang diskriminatif, hanya melayani pedagang eceran, tidak melayani semua konsumen.
Transaksi perdagangan besar adlah besar, dalam arti lebih besar dari kebutuhan sehari-hari.
Harga-harga dapat berubah sesuai situasi. Bukan one price policy seperti pada pedagang, tetapi dapat diadakan korting, kredit, cara-cara pengiriman dan sebagainya.
Menurut Paul D. Converse, Huegy and Mitchell menyatakan perdagangan besar meliputi segala aktivitas marketing yang menggerakkan barang-barang dari produsen ke pedagang-pedagang eceran.
Fungsi-fungsi pedagang besar
1. pengumpulan dan penyebaran yaitu usaha mengumpulkan barang dari berbagai produsen kemudian menyebarkan ke pedagang eceran.
2. Pemebelian dan penjualan setiap pembelian harus berdasarkan barang yang laku di pasar.
3. Pemilihan barang. Pemilihan barang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelian dan penjualan karena pemilihan barang terutama berdasarkan jenis, mutu dan harga barang pilihannya.
4. Pemebrian kredit fungsi kredit sangat memegang peranan penting umumnya dalam hasil industri oleh grosir.
5. Penyimpanan merupakan fungsi grosir yang tidak dapat diabaikan apalagi dengan semakin jauhnya konsumen. Setiap kali proses pembelian terjadi biasanya disimpan lebih dulu dalam gudang untuk diolah lagi atau dipilih untuk memudahkan penjualan.
6. Pengangkutan fungsi pengangkutan sangat penting bagi kelancaran penyampaian barang pada pedagang eceran atau konsumen.
Perdagang Eceran
Dalam bahasa inggris, penjualan eceran disebut dengan retailing. Artinya, pedagang eceran bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Pedagang eceran adalah mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai ke konsumen. Pedagang eceran sangat penting artinya bagi produsen karena melalui pengecer produsen memperoleh informasi berharga tentang barangnya.[1]
Bisnis Ritel secara umum bisa diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar yaitu perdagangan eceran besar dan perdagangan eceran kecil. Perdagangan eceran kecil terdiri atas eceran kecil yang berpangkal an dan pedagang eceran kecil tidak berpangkalan.Peritel yang berhasil adalah yang bisa menyesuaikan barang dan jasanya dengan permintaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perdagangan eceran adalah :
Tersedianya barang yang tepat
Pada saat yang tepat
Di tempat yang tepat
Dalam kuantitas yang tepat
Dengan harga yang tepat
Penjualan dengan cara yang tepat
Dalam kualitas yang tepat
Pedagang Kaki Lima
Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang menggunakan gerobak. Istilah itu sering ditafsirkan demikian karena jumlah kaki pedagangnya ada lima. Lima kaki tersebut adalah dua kaki pedagang ditambah tiga "kaki" gerobak (yang sebenarnya adalah tiga roda atau dua roda dan satu kaki). Saat ini istilah PKL juga digunakan untuk pedagang di jalanan pada umumnya.
Pedagang kaki lima mempunyai dua dampak yaitu dampak positif dan negatif. Positifnya pedagang kaki lima secara pasti dapat menyerap lapangan pekerjaan dari sekian banyak penganggur. Sedangkan negatifnya pedangang kaki lima tidak menghirukan tata tertib, keamanan, kebersihan dan kebisingan.
Adapun ciri-ciri pedagang kaki lima ialah:
1. Kegiatan usaha tidak terorganisir secara baik,
2. Tidak memilki surat izin usaha,
3. Tidak teratur dalam kegiatan usaha, baik ditinjau dari tempat usaha maupun jam kerja
4. Bergerombolan di trotoar atau tepi-tepi jalan protokol, di pusat-pusat dimana banyak orang ramai.
5. Menjajakan barang dagangannya sambil berteriak, kadang-kadang berlari mendekati konsumen.
Franchising (waralaba)
Hisrich-peteres mendefinisikan waralaba sebagai pelimpahan dari pabrikaan atau distributor suatu produk atau jasa yang diberikan kepada agen-agen lokal atau pengecer dengan sejumlah royalty. Sedangkan Bygrave mendefinisikan waralaba sebagai sebuah peluang bisnis dimana pemilik, produsen atau distributor sebagai Franchisor dari barang dan jasa atau merk tertentu member hak kepada individu atau Franchising menjadi agen lokal dari barang dan jasa dan sebagai imbalannya menerima pembayaran atau royalty yang telah ditetapkan.
Franchising (pewaralabaan) pada hakekatnya adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat. Dengan demikian, franchising bukanlah sebuah alternatif melainkan salah satu cara yang sama kuatnya, sama strategsinya dengan cara konvensional dalam mengembangkan usaha. Bahklan sistem franchise dianggap memiliki banyak kelebihan terutama menyangkut pendanaan, SDM dan managemen, keculai kerelaan pemilik merek untuk berbagi dengan pihak lain. Franchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan franchisee.
Entrepreneurship
Jiwa dan sikap entrepreneurship tidak dimilki oleh usahawan akan tetapi dimilki oleh setiap orang yang berfikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti karyawan, pegawai pemerintah, mahasiswa, guru dan pimpinan organisasi lainnya.
Entrepreneurship ini dapat ditimbulkan atau dibentuk pada diri seseorang melalui pendidikan atau pelatihan. Pendidikan dan pelatihan entrepreneurship adalah proses pembelajaran konsep dan skills untuk mengenali peluang-peluang yang orang lain tidak sanggup melihatnya dan pengetahuan untuk bertindak sementara yang lain ragu-ragu. Termasuk di dalamnya belajar mengenali peluang dikaitkan dengan pemanfaatan sumber daya untuk menghadapi resiko dan memprakarsai bisnis baru. Berdasarkan uraian tersebut, maka entrepreneurship merupakan pemikiran dan tindakan tentang bagaimana seseorang dapat memanfaatkan peluang dan mengambil resiko dengan melakukan inovasi tanpa mengandalkan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan, walaupun yang dilakukan itu sulit dan penuh resiko. Selalu siap untuk mencari alternatif dalam mengatasi tantangan. hambatan, dan problematika pekerjaan
Komentar
Posting Komentar