Strategi Marketing Usaha dengan menggunakan Sistem SWOT

Analisis SWOT adalah indentifikasi secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan, termasuk strategi pemasaran. Analisis ini didasarkan logika yang dapat memaksimalkan STRENGTHS (Kekuatan), OPPORTUNITIES (Peluang), WEAKNESSES (Kelemahan), dan TREATS (Ancaman). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian STRATEGIC PLANNER ( Perencana Strategis ) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (Kekuatan, Peluang, Kelemahan, dan Ancaman) dalam kondisi aktual saat ini. Hal ini disebut dengan analisis situasi. Model yang populer untuk analisis situasi adalah ANALISIS SWOT, sehingga Perencana strategis dapat dengan mudah merencanakan STRATEGI PEMASARAN.

Penelitian menunjukan bahwa kinerja penjualan perusahaan hasil dari strategi pemasaran perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor interbal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Analisis SWOT membandingkan antara faktor internal dan eksternal.


Penggunaan analisis SWOT yang efektif memberikan 4 manfaat bagi manager dalam membuat strategi pemasaran

1) simplicity: analisis SWOT tidak memerlukan training khusus atau etrampilan teknis
2) collaboration: karena sederhananya, analisis SWOT mendorong adanya kerjasama dan pertukaran informasi antara manager dari area fungsional yang berbeda
3) flexibility: dapat membesarkan kualitas perencanaan strategi organisasi meskipun tanpa sistem informasi pemasaran
4) integration: analisis SWOT dapat berhubungan dengan berbagai macam sumber informasi.

Syarat bagi analisis SWOT efektif dan produktif adalah Sejauh mana perusahaan menerima manfaat penuh dari analisis SWOT akan bergantung pada bagaimana kerangka kerjanya digunakan. Jika dikerjakan dengan benar, SWOT dapat menjadi katalis yang kuat untuk proses perencanaan. Jika dikejakan dengan salah, akan menjadi sia-sia dari segi waktu dan sumber daya lainnya. Agar analisis SWOT memberikan manfaat, maka anda harus: tetap fokus (stay focused); bekerja sama dengan area fungsional lainnya ( collaborate with other functional areas); teliti isue dari perspektif pelanggan (research issues from the customer’s perspective); dan pisahkan isue internal dari isue eksternal (separate internal issues from external issues).


INTRODUCTION

Pendekatan strategi pemasaran memiliki banyak keuntungan. Pertama, strategi menekankan membantu organisasi mengarahkan dirinya sendiri kepada faktor-faktor eksternal kunci misalnya pelanggan dan persaingan. Daripada memproyeksikan tren masa lalu, tujuan kita adalah membangun strategi market driven yang mencerminkan keprihatinan pelangga. Perencanaan strategis juga cenderung mengantisipasi perubahan lingkungan. Kedua, strategi pemasaran mendorong anda untuk melakukan peninjauan jangka panjang.


ORPORATE MISSION

Organisasi yang baik adalah yang memiliki mission statement yang memberikan arah yang jelas kepada karyawannya dan membantu mengarahkan mereka untuk memenuhi potensi perusahaan. Mission statement harus menspesifikasikan domain bisnis dimana organisasi berencana untuk beroperasi. Agar berguna, mission statement perusahaan harus memenuhi kriteria: 

a) definisi bisnis harus tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit
b) definisi bisnis harus mencakup tiga dimensi yang dikatakan Abel (1980) sebagai ‘domain bisnis’. Tiga dimensi ini adalah kelompok pelanggan harus dilayani, kebutuhan pelanggan harus dipenuhi, dan teknologi yang digunakan.

CORPORATE OBJECTIVES

Dalam menetapkan tujuan, perusahaan harus mempertimbangkan pertanyaan: kemana tujuan kita dan kapan kita tiba di tujuan? Tanpa jawaban terhadap pertanyaan ini, perusahaan dapat disebut sebagai kapal tanpa kompas, dapat bergerak tetapi kurang jelas arah yang dituju. Lebih spesifik lagi, tujuan harus memberikan arah perusahaan, tanpa tujuan, perusahaan kekurangan alat untuk fokus dan mengelola organisasinya, membantu perusahaan memperolah konsistensi antara berbagai level pengambilan keputusan, dan antara fungsi yang berbeda membantu mendorong individu untuk mencapai tujuan dan memberikan pengawasan perusahaan.


CORPORATE GROWTH STRATEGY

Strategi untuk mencapai tujuan jangka panjang harus dikembangkan secara spesifik untuk setiap SBU. Market penetration, product development, market development and diversification merupakan 4 strategi produk untuk menutupi planning gap.

Market penetration adalah strategi yang paling sering digunakan adalah menempatkan produk eksisting kedalam pasar eksisting dan berusaha untuk mencapai kenaikan pangsa pasar. Dua cara ini dapat diperoleh dengan menaikkan penjualan dari pelanggan eksisting dan dengan menemukan pelanggan baru dalam pasar yang sama. Strategi ini berarti membujuk pengguna untuk menggunakan lebih banyak produk dalam berbagai kegiatan, mungkin dapat menggantikan pesaing tidak langsung. Market development, ini memerlukan pemasaran produk sekarang ke kelompok pelanggan baru dan daerah baru. Product development, strategi ini berkaitan dengan modifikasi produk atau jasa misalnya kualitas, gaya, penampilan atau ragamnya. Diversification merupakan pengembangan produk baru untuk pasar baru. Opsi ini paling berisiko, khususnya ketika strategi masuknya tidak didasari pada kompetensi dasar bisnis itu.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAWASAN NUSANTARA

Kisah Pengusaha Sukses

Ilustrasi Usaha Kuadran BCG